ROMANTIKA KHAYALAN
by on January 1, 2017 in 20 Besar Artikel Lomba

Setelah kuliah di LSPR, jam empat sore, Fatin menerima telpon dari kak widjil.
“ Haloo…Halo, Tin..!!”
“ Halo Kak…”
… kamu lagi dimana?? “
“ Lagi di kampus kak”
“ Kamu naek ojek aja ya, langsung ke tempat acara… kakak, ng bisa jemput, ini mobil bermasalah nih. Aku naik ojek juga dari sini”
“Oke kak… !!”
Fatin langsung menutup telpon dari kak widjil, dan langsung mengotak atik hape untuk order ojek online…. dan langsung dapat konfirm dia akan dijemput sekitar 5 menit lagi.
Benar, tidak lama setelah itu datang ojek tersebut dan fatin langsung cuss…ke salah satu hotel tempat acara anniversary salah satu bank syariah ternama. Singkat cerita, dia langsung menemui kak widjil menunggu di loby. Huft, untung Kak widjil udah membawa segala kebutuhan untuk perform malam. Fatin langsung mempersiapkan diri untuk perform di belakang panggung, tanpa melupakan shalat magrib dulu.
Tepat Jam delapan malam, acara dimulai dengan dibuka dari pidato-pidato dari petinggi Bank tersebut, diselingi persembahan dari pegawai Bank Syariah. Dan akhirnya tibalah acara puncak persembahan dari Fatin Shidqia Lubis.
Mulailah musik intro…. para hadirin bertepuk tangan dan agak heboh dan… terdengar suara khas yang ditunggu-tunggu.
” ……Banyak cara Tuhan menghadirkan cinta……
mungkin engkau adalah salah satunya…..
Namun engkau datang disaat yang tidak tepat….
Cinta telah dimiliki……..”
Yah…lagu aku memilih setia berkumandang, dan seperti ditempat tempat lainnya, sebagian hadirin langsung ikut bernyanyi… lagu itu emang familier diantara hadirin. Sampai akhir lagu, hadirin tetap mengikuti fatin bernyanyi.
Setelah menyanyikan lagu Aku Memilih Setia, dilanjutkan dengan lagu Dia, Dia, Dia… dan para hadirin juga ikut bernyanyi…
Setelah dua lagu dinyanyikan, terdengar suara MC “ Demikian lagu Dia, dia dia dari Fatin Shidqia….. gimana? Bagus kan..??”
“ Nanti Fatin akan melanjutkan nyanyinya, sekarang waktu pengumuman karyawan teladan Bank Syariah Utama tahun 2016 …dan kepada Fatin mohon tetap ditempat untuk penyerahan hadiahnya”
“ Karyawan teladan Tahun 2016, berasal dari cabang Bogor atas nama Aldi Pratama Putra dan Karyawati Teladan Tahun 2016 jatuh kepada Rina Parmesya Putri…Dan kepada pemenang harap ke panggung untuk menerima piagam dah hadiah yang telah dipersiapkan ” seketika terdengar bunyi tepukan dari para hadirin semua. Dan nampak seorang pemuda tampan berumur sekitar 25-an dan seorang wanita cantik umur 30-an berjalan ke atas panggung dengan senyum sumiringah.
Kemudian MC melanjutkan ” Dan kepada Bapak Direktur Dan wakil Direktur kami mohon ke atas panggung untuk menyerahkan piagam ke karyawan dan karyawati Teladan, waktu dan tempat kami persilahkan”
Bapak Direktur langsung berjalan ke arah panggung dan menyerahkan piagam kepada Karyawan dan Karyawati Terbaik, sedang Bapak Wakil Direktur memberikan hadiah berupa uang sejumlah Rp.10.000.000,- ke masing-masing karyawan/wati teladan.
Terdengar kembali suara MC “ Dan kepada fatin mohon menyerahkan bunga kepada karyawan dan karyawati teladan “. Fatin langsung melaksanakan tugasnya dengan menyerahkan bunga ke Karyawan Teladan dan Karyawati Teladan yang diakhiri memberi selamat kepada mereka “ Selamat ya kak…. selamat ya kak”
Suara MC berkumandang lagi“ Terima kasih Kepada Bapak Direktur dan Wakil Direktur, dan kami persilahkan kembali ke tempat duduknya, dannnn…. selanjutnya … kita dengarkan kembali lagu dari FATIN SHIDQIA LUBISSSSS…”
Fatin langsung kembali mengeluarkan suara emasnya…. diawali lagu Islami… Kekasihku, dan Oh Tuhan… kemudian Fatin melanjutkan dengan lagu Hold Me, Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu, Jangan Kau Bohong dan Lagu kebangsaan fatinistic ‘grenade’ disambut diakhir dengan suara MC yang menyatakan berakhir acara anniversary bank ternama tersebut.
Mulai lah para hadirin membubarkan diri, dan Fatin kembali ke belakang panggung untuk membereskan segala sesuatu untuk pulang. Pada saat menghapus make up, terdengar suara kak widjil “ Dek, gimana kita pulang?”
“ Aku naek ojek aja, Kak… kakak langsung aja pulang”
“ kamu nggak pa pa naik ojek malam-malam gini”
“ Insya Allah, Aman kak, pejaten dekat kok…. jangan kuartir udah biasa pulang malam dari kampus naik ojek juga”
“ Oke…” Kak widjil juga membereskan semua peralatan perform untuk dibawa pulang.
Dua menit kemudian, semua siap dan kak widjil dan Fatin ke loby hotel sambil nunggu ojek online datang. Menunggu di lobby dan melihat karyawan bank lewat yang mau pulang,dan hampir 10 menit kemudian, Dan ternyata, muncul di pintu masuk hotel hanya satu ojek yang datang cuma satu dan segera Kak widjil dan Fatin Menghampiri. Rupanya, ojek yang satu lagi nggak bisa datang karena mendapat berita isterinya yang hamil lagi ke rumah sakit.
“ gimana nih, ojek Cuma satu ? kamu aja duluan pulang dek?”
“ kakak aja duluan, pejaten tuh dibelakang hotel ini… aku ng pa pa…”
Dan tiba-tiba ada suara, sepertinya wajah yang dikenal “ Maaf, biar aku saja bantu antar fatin, Aku juga mau ke arah pejaten” Mungkin dia dengar pembicaraan Fatin dan Kak widjil ketika lewat di pintu hotel.
Oh iya… wajah itu .. wajah yang ada diatas panggung tadi…yang menjadi karyawan teladan tadi.
“ oh kakak tadi ya ??” kata fatin sambil senyum
“ iya… aku Aldi, biar aja aku antar fatin pulang, bang”
“ah nggak, ngerepotin nanti.” Kata kak widjil
“ Nggak kok, daripada fatin naik ojek, kebetulan aku bawa mobil, jadi bisa sekalian”
“ gimana tin?”
Fatin meliat ke arah karyawan bank tersebut, dan kemudian dia berkata
“nggak pa pa kok kak widjil, aku sama kakak ini aja”
“Oke…aku duluan dengan ojek…titip fatin ya… “
klo nggak karyawan teladan ng ku izinin kata bank widjil dalam hati.
“Oke Bang, Insya Allah Fatin diantar sampe rumah dengan selamat sentosa Bang he..he” Kata Aldi, si karyawan teladan itu bercanda.
Dan kak widjil naek ojek … dan langsung
“ Yuks, ke mobil “ kata Aldi.
“Yuk Kak…” kata Fatin.
Dan berjalan mereka ke arah mobil parkir di depan hotel. Ketika Aldi membuka pintu mobil untuk fatin, tiba-tiba… lewat dua orang yang berlain jenis di depan mobil menuju ke hotel, dan langsung Aldi menoleh dan memandang dengan tajam. Pandangan sangat aneh, kepada dua orang itu. Dua orang tersebut sepertinya sepasang manusia yang kasmaran, masak diparkiran berjalan bermesraan dan berpelukan begitu.
Fatin terkejut si Aldi menghempaskan pintu mobil, dan langsung berjalan ke arah pasangan tersebut, dan tiba-tiba menarik si wanita. Dan wanita itu berbalik dan terkejut. Dan Fatin melihat mendengar ……
“ Kamuu…..??!!” kata si wanita.
“ Hei kamu siapa” kata teman laki-laki si wanita itu dengan nada marah.
“ Kamu apa-apa an ini…”kata Aldi.
“Bukan urusan kamu…” kata si wanita itu.
“Siapa dia … sayang?” kata si laki-laki penuh selidiki.
“Ha ha.. dia ini mantan aku sayang “ kata si wanita.
“ Apa kau buat disini malam malam gini… ?? di hotel, aku tidak nyangka ” kata Aldi.
“jadi ini mantan nih, ha ha… hei bro , jangan ikut campur urusan kami…kami mo habisin malam ini bersama, lu pergi aja sono ” kata si laki-laki.
Aldi langsung aja menonjok muka laki-laki itu “ kurang ajar…!!!”
Dan laki-laki itu ingin membalas tapi di halangi si wanita sambil berkata” Lu, bukan siapa-siapa aku lagi, gue mau apa terserah gue…”
Aldi berkata “ kamu nggak ingat gimana ibu kamu, kasihan tante kalau tahu kamu seperti ini?”
“ Sudah ku bilang ng urus aku… aku masuk neraka pun bukan urusan kamu…” kata wanita itu keras ke Aldi.
“ Biar aku tonjok aja ini manusia rempong ini “ kata si laki-laki.
Ketika si laki-laki mau menonjok Aldi, tiba-tiba datang satpam hotel menghalangi.
Melihat Satpam tersebut, si laki-laki itu berkata” ayoo… kita pergi aja sayang, males jadinya “ sambil menarik si wanita ke mobilnya dan mereka langsung meninggal si Aldi dan satpam. Dan satpam pun kembali ke posnya.
Fatin hanya terpana melihat kejadian tersebut. Dan tak lama Aldi kembali berjalan ke arah mobil, sambil membuka pintu.
Fatin yang terpana, tiba-tiba bertanya “ Ada apa kak??”
“ DIAMMM, Masuk !!!” kata Aldi dengan nada keras ke Fatin.
Fatin yang sangat terkejut, patuh aja dengar perintah Aldi, langsung duduk ke dalam mobil, dan Aldi langsung menutup pintu. Kemudian Aldi berjalan ke pintu lain, buka pintu… langsung duduk dibelakang stir mobil dan menutup pintu dengan hempasan yang agak keras juga. Langsung mobil itu dihidupkan dan berjalan ke luar hotel.
Sepanjang jalan menuju pejaten, Aldi masih terlihat kesal dan diam seribu bahasa, dan fatin pun tidak berani berkata-kata. Udah dua lampu merah terlewat masih diam. Namun ketika menunggu lampu merah ketiga, terdengar suara kaset orang mengaji dari mesjid diseberang jalan. Ketika melewati lampu merah tersebut terdengar hela nafas dari Aldi kemudian Aldi berkata” Dek, kita singgah ke mesjid dulu yaa…”
Fatin masih binggung hanya bisa mengangguk saja.
Tiba mesjid, Aldi berkata dengan datar “ Aku mau shalat dulu, Adek mo ikut?”
Fatin yang binggung berkata” Aku di mobil aja, kak”
Aldi langsung ke dalam Mesjid. Fatin yang ditinggalkan di mobil masih binggung dengan segala kejadian terjadi. Fatin mencoba mainin hape tapi dia nggak fokus buka hape. Dia mengeser layar hape acak-acak aja, nggak tahu apa yang harus dikerjakan. Dan setelah menunggu sekian lama, dia kembali ke mobil.
Ketika sampai di mobil “ Aku sepertinya lapar, kita makan bakso dulu, yuk dek… sana ada yang jualan bakso”sambil menunjuk warung di sebelah mesjid.
Fatin seperti terhipnotis, menurut saja apa diinginkan Aldi. Dan segera mereka ke warung bakso
dan duduk berhadapan dalam warung bakso. Segera mereka berdua meminta dua mangkok bakso.

Sambil menunggu bakso datang, terdengar suara Aldi dengan lembutnya” Maaf ya dek…keras ke kamu tadi. “
“ Nggak apa-apa, kok kak” kata Fatin.
“Sorry ya…. seharusnya aku nggak marahin kamu, dek”
“ Emangnya tadi itu siapa kak?”
Aldi menghela nafas agak panjang.
Tiba-tiba abang tukang bakso menyodorkan dua mangkok bakso. Dan spontan Aldi dan Fatin mengambil mangkok tersebut dan langsung menambahi kecap, cabe dan lainnya ke dalam mangkok.
Entah knapa, aldi langsung memakan bakso yang dibubuhi cabe yang banyak tanpa berkata apa-apa. Fatin kepaksa makan bakso nya juga sambil memandang wajah Aldi penuh tanda tanya.
Karena fokus makan bakso saja, tanpa berkata-kata, bakso tersebut ludes sebentar saja. Kemudian mereka terdiam beberapa menit.
Kemudian terdengar Aldi berkata “ tadi itu mantan pacar aku waktu SMA sampe tahun dua kuliah. Dia masih saudara jauh dari keluarga mama”
Lalu Fatin bertanya “ lalu knapa kakak terlihat marah sekali tadi?”
“ Dia dan laki-laki itu belum resmi suami isteri, tapi udah begituan, ke hotel lagi”
“ kakak masih sayang dia?”
“Nggak juga, cuma dia masih ada hubungan keluarga maka aku nggak bisa nahan diri tadi. Aku juga pernah dengar dari sepupu aku bahwa dia telah udah jauh berbeda dari yang kami kenal. Dulu dia itu pemalu, patuh sama agama. Tapi sekarang beda. Nggak ingat agama lagi, aku sendiri udah nggak ketemu dia dua tahun terakhir”
“knapa pisah kak?”
“ dulu waktu kuliah, kami LDR-an, Dia di Bandung, aku di Jakarta… ketemu mungkin hanya bisa sekali sebulan. Tapi bukan itu penyebab utamanya sih.. soalnya waktu tahun kedua kuliah, aku baca gimana pandangan pacaran menurut Islam. Setelah bertanya kepada orang-orang yang ilmu agama lebih baik dari aku, maka aku mengerti dan mulai jaga jarak dengan dia. Aku jadi jarang hubungin dia dan berusaha menghindar. Akhirnya, dia kesal dan minta penjelasan. Maka aku jelaskan bahwa kita sebaik nggak usah pacaran karena nggak baik. Dia sangat kesal keliatannya dan langsung minta putus. Aku pun setuju dengan keputusannya. Tapi hanya dua bulan kami putus, aku dengar dari teman yang ada di Bandung, dia udah pacaran lagi dengan orang lain. Awalnya kecewa dengar dia pacaran. Tapi sudahlah.Yah, singkat cerita kami hanya ketemu kalau ada pertemuan keluarga aja.”
“ Setelah putus dengan dia, kakak pacaran lagi, nggak?”
“ Hmmm… sejak ngerti gimana pacaran itu menurut dalam Islam, nggak ada lagi. kalau bisa sih, kalau ada yang kena di hati, ng lama-lama kenalannya, maunya langsung aja nikah, he he he”
Mendengar Aldi bisa ketawa begitu, entah kenapa hati Fatin lega.
Eh udah jam setengah dua belas, maaf kamu kemaleman pulangnya, yuk pulang”
Fatin pun mengangguk. Setelah membayar baksonya. Mereka segera ke mobil dan langsung meninggalkan mesjid menuju ke rumah Fatin. Di atas mobil, sambil menunjukan arah jalan ke rumah ke Aldi, fatin dan Aldi mulai ngobrol dengan bebas nya. Diantara obrolan tersebut, Aldi juga bilang suka dengan lagu-lagunya fatin. Fatin jadi tersenyum simpul dengar pujian begitu. Pokok nya, obrolan sangat cair. Awal dikira Si Aldi itu dikira orang serius tapi bisa juga ngocol. Namun pembicaraan tak bisa lama lagi karena sudah sampai di rumah fatin.
“ kak ini rumah ku…” dan Aldi langsung menghentikan mobil dan turun membuka pintu untuk fatin.
Ketika Fatin turun, terdengar pintu pagar dibuka oleh bapak dengan wajah berwibawa.
Aldi langsung menyapa dengan sopan” Maaf pak, Fatin terlambat pulang nya “
Si Bapak “ oh, tidak apa-apa, makasih udah antar fatin nya, maaf merepotin”
“ Nggak kok pak, kebetulan aja jalannya searah, kalau begitu permisi dulu pak udah malam”
“ Fatin, kakak permisi pulang dulu yaa”
“Langsung ke Bogor kak? “
“Nggak, kebetulan ada rumah saudara di Pejaten ini, nggak berapa jauh dari sini. Yuk.. pergi dulu, sampe jumpa lagi” Aldi melambai tangan sambil tersenyum. Fatin pun tersenyum membalas senyum manis Aldi.
Setelah Aldi pergi, Bapak Bahari segera juga mengunci pagar dan rumah dan Fatin menuju ke kamar untuk beristrirahat.
Setelah membersih muka dan badan, dan shalat Isya, Fatin segera ke tempat tidur untuk beristrirahat. Diwaktu mau terlelap tidur, tiba-tiba kepala Fatin yang berada diatas bantal, teringat lagi kejadian sehari tadi. Teringat akan sosok Aldi.
Entah kenapa dalam hati Fatin, berkata apa mungkin kembali bertemu dengan Aldi.
“ Apa mungkin ketemu lagi yaa? Eh, Gimana mau ketemu, dia nggak minta nomor telpon aku dan aku juga nggak ada nomor telpon dia…. emang dia suka sama aku, ng mungkin ah… pegawai bank khan banyak yang cantik-cantik…..??!!
Ah, udah ah, Ah….Astagfirullah, aku khan masih kuliah semester 5, ngapain mikir macam-macam…
Sekarang prioritas aku selesai in kuliah dulu, karir dulu… klo masalah jodoh.. nanti aja tiga dan empat tahun lagi …moga nanti ketemu jodoh yang baik, yang bisa jadi imam yang baik….Aamiin”
Dan Fatin memejamkan matanya agar bisa cepat tidur karena ada kuliah pagi besok….
Met malem dunia….Fatin tersenyum dalam lelapnya.


No. Peserta : 029

Kode Nama : S.

Asal : Manado, Sulawesi Utara

One Response to ROMANTIKA KHAYALAN

  1. FR says:

    Udah kayak nyata 😀 awalnya serasa diceritain sama orang kain,trus endingnya udah kayak Fatin sendiri ikutan lombanya..
    Sukses!

Leave a Reply

copyright©fatinsl.com - web design by ndik (Ruswandi) - 081383388108
error: Content is protected !!

Powered by watch naruto shippuden watch one piece watch one punch man online

Download by Wordpress Nulled Themes Keepvid youtube downloader